dia bilang, aku adalah mainan mu,
dia bilang, aku cuma pelarianmu saat kamu ditinggalkan kekasihmu,
dia bilang, aku adalah lelucon yang bisa membuat kamu tertawa lepas saat kamu berhasil membodohiku.
Yang aku tau, aku adalah seseorang yang datang saat kamu benar-benar membutuhkanku sebagai sosok yang memberimu kasih sayang dan perhatian yang super, dan itu juga yang kamu katakan padaku.
Aku tak mengerti, disaat rasa ini mulai tumbuh, dia datang.
seseorang yang kamu datangkan kepadaku.
sebagai teman dalam resahmu,
sekaligus sebagai orang yang selalu membuatku bingung.
Siapa sebenarnya yang ingin kamu pilih ?
Aku, perempuan yang kamu bilang seperti penawar luka yang kamu rasa.
atau, dia?
orang yang telah mengenalimu sebelum aku datang dalam hidupmu.
Ya, aku sadari persahabatan kalian mungkin jauh lebih berharga dari kehadiranku.
Tapi, apa kamu tidak bisa bersikap lebih adil kepada kami?
sampai dia harus merasa kehilangan mu, dan membuatku luka dengan apa yang dia katakan padaku.
Aku perempuan yang sering merasa dilukai.
tapi bukan dengan cara seperti ini.
yang harus merasa menjadi pihak ketiga dalam persahabatan kalian,
Aku perempuan, yang masih mengetahui batas.
jika memang kalian punya dunia sendiri,
aku pergi....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar