bangga juga punya teman yang ternyata bisa masuk ke semua kalangan,,
iya,, aku selalu senang dan bangga memperkenalkan dia sebagai teman dan sahabat kepada semua rekan kerja, teman main dan teman-teman yang dulu pernah deket.
sampai pada akhirnya, ada satu rasa yang buat aku kesal.
mungkin aku cemburu karena ternyata dia bisa lebih diterma dikawasan teman-temanku yang lain.
sampai semuanya hal yang harusnya aku yang mengerjakan, dia yang merebutnya
pertama, sahabat kecilku..
yang duluya selalu ada untuk aku,
yang dulunya selalu berbagi cerita dengan aku..
kini lebih sering ketemu dan berbagi cerita dngan dia
kedua, partner kerja aku.
yang dulunya selalu memberi tugas yang ga keruan banyaknya sama aku
kini selalu jadi bahan kesibukan dia.
ya, partner kerjaku tau nya dia lah yang mengerjakan semua tugas-tugas itum padahal dibelakang partnerku itu, dia selalu minta bantuan sama aku, atau bahkan tetap aku yang mengerjakannya secara utuh.
ya, sekali... duakali..
aku bertahan.
ketiga, sampai teman mainku pun... hanya selalu punya waktu untuk dia.
aku merasa sendiri..
aku tak pernah punya teman lagi untuk berbagi..
aku tak pernah punya lagi kesibukan rutin ..
aku tak pernah punya lagi tempat untuk sekedar menghilangkan rasa suntuk ..
hm.ya aku akui
dia adalah wanita yang saya rasa mendekati sempurna.
dia cantik ..
dia pintar ..
dia mampu menghipnotis semua orang dengan kelancarannya bercerita, tentang apa saja
dia juga bisa menempatkan diri agar lebih akrab dengan teman-temanku
dia pintar membaca situasi untuk mencelotehkan guyonan
tapi, dia dapatkan itu semua dari aku..
celotehan yang dia keluarkan...
itu adalah celotehan yang biasa aku utarakan kepadanya..
cerita yang dia obralkan,, adalah cerita yang pernah aku berikan kepadanya..
dan semua... semua yang dia lakukan..
aku selalu ada dibelakang dia.
aku selalu jadi yang kedua..
aku selalu terlihat tidak lebih unggul dari dia..
aku yang lama-lama muak dengan keadaan seperti ini.
kadang aku ingin marah ...
tapi, aku merasa tidak berhak.
semuanya adalah hak orang lain untuk lebih menyukainya daripada aku..
kadang aku sakit hati...
tapi aku harus terima.
aku yang tak pernah bisa menjadikan diri aku sendiri lebih berharga,, lebih menarik dari dia..
dan,, aku tak pernah bisa menjadikan diri aku lebih "pintar"
aku akan menghilang..
dan,, entah apa yang akan terjadi...


