Ya Allah, terimakasih atas semua rasa sakit yang telah aku rasakan sebelumnya,
ternyata semua rasa itu telah engkau bayar dengan kebahagiaan yang tiada tara ini.
Terimakasih YaAllah...
Malam ini, malam yang aku sangka akan ku lewati dengan lamunan, dan sepi
ternyata telah Engkau sulap dengan kejutan yang takkan pernah aku lupakan.
Dia, lelaki yang sedang ada dalam hari-hariku,
yang setiap hari selalu membuat runyam fikiran dan hatiku,
kini berubah,
Malam ini, dia tersenyum manis untukku,
Yaaa,, special untuk malam ini, dia tersenyum, dan sangat terlihat bahwa ada perasaan yang selama ini tertutup oleh keangkuhannya.
Ya Allah, sungguh rasa ini sangat aku tunggu sebelumnya,
saat dia menyatakan kesungguhannya. dan ingin meminangku.
Saat ini, Yaaa,,, Mulai saat ini, ada cincin cantik dijari manisku.
dan ini adalah hal yang tak pernah aku bayangkan sebelumnya.
Dia, lelaki terangkuh yang pernah aku kenal
Meskipun kita dekat, tapi aku tak pernah melihat dia semanis malam ini.
perilakunya sangat membuat aku jatuh cinta.
dan aku sangat berharap hari esok dan seterusnya, dia akan seperti ini, atau bahkan lebih manis dari malam ini.
YaAllah, sungguh aku sudah bosan dengan sikapnya yang teramat sangat cuek dan seenaknya.
aku rindu dia yang memperlakukanku seperti seorang wanita yang dia kasihi,
bukan sebagai teman yang hanya dia butuhkan sewaktuwaktu.
Sabtu, Januari 08, 2011
Rabu, Januari 05, 2011
05012011
Awal tahun yang bener-bener menguras hati...
aku di ajak menjelajahi dunia baru.
dunia yang benar-benar baru aku temui.
Ya Allah.. inikah dunia orang yang akan aku jadikan Imamku??
Saat ini aku sedang berada dalam situasi yang aku sendiri ga tau harus bersikap seperti apa.
Dia, orang yang mulai membuka hatiku, orang pertama yang mengajak ku mencoba hal-hal baru dalam hidupku.
Dan dia adalah orang yang sebenarnya sudah tau siapa diriku sebelumnya.
tapi, dia masih saja bisa menganggap aku sanggup melakukan hal yang tak biasa bagiku.
Dan,,, dengan berulang-ulang aku memikirkan dan menimbang-nimbang semua resiko.
akhirnya aku putuskan, untuk mengikuti ajakannya.
Hmm,,,
memang mungkin sudah bawaan.
aku tetap menjadi wanita yang lemah,
selalu salah dalam memilih orang untuk ku percaya.
Lagi-lagi terulang lagi...
Aku menemukan dia sedang bersama perempuan lain.
Dan aku,,, hanya bisa melihatnya.
padahal, dalam hati, ingin rasanya aku bunuh dia.
ingin rasanya aku jambak-jambak rambut perempuan itu.
tapi, aku ga mungkin melakukan hal itu.
terlalu bodoh jika aku melakukan hal itu.
Mungkin dia, lelaki yang telah membuat aku merasakan penyesalan ini.
akan tertawa, berjingkrak-jingkrak melihat ketololanku.
Bodohnya, kenapa dulu aku ga percaya saat temennya bilang, kalo dimatanya, aku hanya permainan baru.
Yaaaa,,, Penyesalan selalu datang belakangan,
seandainya aku tau sebelumnya, jika aku akan mengalami hal ini. Mungkin aku ga akan pernah membiarkan diriku sendiri mencoba semua hal baru itu.
Ya Allah. sumpah.... aku menyesal.
Hanya kepadamulah akhirnya aku mengeluh.
Sungguh, aku akan benar-benar membenci mereka, jika memang itu baik untukku dan hidupku.
Sudah hilanglah semua rasaku untuk dia, untuk mereka yang pernah, dan akan menyakitiku.
aku di ajak menjelajahi dunia baru.
dunia yang benar-benar baru aku temui.
Ya Allah.. inikah dunia orang yang akan aku jadikan Imamku??
Saat ini aku sedang berada dalam situasi yang aku sendiri ga tau harus bersikap seperti apa.
Dia, orang yang mulai membuka hatiku, orang pertama yang mengajak ku mencoba hal-hal baru dalam hidupku.
Dan dia adalah orang yang sebenarnya sudah tau siapa diriku sebelumnya.
tapi, dia masih saja bisa menganggap aku sanggup melakukan hal yang tak biasa bagiku.
Dan,,, dengan berulang-ulang aku memikirkan dan menimbang-nimbang semua resiko.
akhirnya aku putuskan, untuk mengikuti ajakannya.
Hmm,,,
memang mungkin sudah bawaan.
aku tetap menjadi wanita yang lemah,
selalu salah dalam memilih orang untuk ku percaya.
Lagi-lagi terulang lagi...
Aku menemukan dia sedang bersama perempuan lain.
Dan aku,,, hanya bisa melihatnya.
padahal, dalam hati, ingin rasanya aku bunuh dia.
ingin rasanya aku jambak-jambak rambut perempuan itu.
tapi, aku ga mungkin melakukan hal itu.
terlalu bodoh jika aku melakukan hal itu.
Mungkin dia, lelaki yang telah membuat aku merasakan penyesalan ini.
akan tertawa, berjingkrak-jingkrak melihat ketololanku.
Bodohnya, kenapa dulu aku ga percaya saat temennya bilang, kalo dimatanya, aku hanya permainan baru.
Yaaaa,,, Penyesalan selalu datang belakangan,
seandainya aku tau sebelumnya, jika aku akan mengalami hal ini. Mungkin aku ga akan pernah membiarkan diriku sendiri mencoba semua hal baru itu.
Ya Allah. sumpah.... aku menyesal.
Hanya kepadamulah akhirnya aku mengeluh.
Sungguh, aku akan benar-benar membenci mereka, jika memang itu baik untukku dan hidupku.
Sudah hilanglah semua rasaku untuk dia, untuk mereka yang pernah, dan akan menyakitiku.
Langganan:
Postingan (Atom)